Motol Kampanye

Zappa (4 tahun), anak salah seorang kawan saya, takut dengan apa yang disebutnya dengan lidah pelo sebagai “Motol Kampanye”. Tiap kali mendengar suara knalpot yang pengang, ia bersembunyi di balik kaki bapaknya.

Bila di antar-jemput ayahnya ke sekolah, Zappa meminta agar telinganya disumpal saja dengan kapas. Ia takut dan terganggu –besar kemungkinan trauma– dengan suara bising “motor kampanye”.

Alkisah, Zappa dan kawan-kawannya baru saja bubaran playgroup. Seperti biasa para orang tua menjemput anak-anak mereka di halaman sekolah. Di saat yang sama, rombongan kampanye salah satu parpol melintas di depan sekolah, lengkap dengan kebisingan knalpot.

Meski minus Israfil, suara knalpot bising itu mendadak menjadi terompet sangkakala. Seperti kiamat kecil, terjadi histeria massal. Zappa dan teman-temannya berlarian mencari orang tua mereka. Ada yang berteriak histeris, beberapa yang lain mulai menangis.

Advertisements