Roti untuk Rakyat

????????

Roti ini bisa ditemukan di rak-rak mini-market terdekat. Tiga hari terakhir, saya memilihnya sebagai teman ngopi. Kejunya cukup terasa –saya belum mencoba yang coklat. Tapi tak usah berharap untuk kenyang, roti ini lebih banyak menyediakan ruang kosong berisi angin. Setimpal dengan harganya, Rp1.500, termurah di jajaran roti sederajat yang menembus monopoli mini-market.

Perihal roti, di Rusia (1917), revolusi pun dipicu oleh makanan berbahan dasar tepung terigu dan air ini. Bolshevik sukses memainkan peran. Panen gandum yang gagal, bawa roti jadi barang langka, rakyat kesulitan. Lenin, tokoh komunis tersohor, merumuskannya dalam tuntutan “Peace, Bread, Land.” Bergemalah teriakan “Roti untuk Rakyat.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s