“Putus Roll”

putus roll

Ibu saya lahir dan besar di Poso, Sulawesi Tengah. Kakek mewariskannya darah Gorontalo. Itu membuat gaya bertuturnya kental dengan rasa bahasa dari Utara Sulawesi, berciri perkawinan antara bahasa Indonesia dan serapan peninggalan kompeni. Banyak idiom uniknya yang masih melekat di kepala saya. Siang tadi, saya menggunakan satu di antaranya, “Putus Roll”.

“Akhhhh..hujan lagi..bikin Putus Roll..!!!”

Keberadaan kamera menjadi penting dalam sebuah acara (pesta). Bayangkan dalam sebuah acara, tak ada dokumentasi, tersebab roll film kodak –yang sedianya digunakan– putus (baca: rusak). Tentu saja itu mengurangi nilai pun menganggu acara. “Putus Roll” menemukan konteksnya.

*) sumber bahan foto academic.ru

2 thoughts on ““Putus Roll”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s